Skip to main content

Tanya Jawab Nahwu dan Sharaf PDF

Daftar Isi [ Tampil ]
Mempelajari ilmu nahwu dan sharaf memang membutuhkan keuletan dan kesabaran. Di samping harus menghafal berbagai kosakata bahasa Arab, pemelajar juga dituntut untuk memahami kaidah-kaidah dalam ilmu nahwu dan sharaf. Untuk dapat menguasai itu semua, tentu membutuhkan banyak waktu yang mungkin tidak semua orang miliki.

Setelah memantapkan hati untuk belajar secara intens, pertanyaan selanjutnya yang mungkin tidak terucap dari pemelajar pemula adalah "mulai dari mana kita belajar?, menghafal banyak mufrodat atau memahami terlebih dahulu kaidah-kaidah bahasa Arab?". Seperti itulah kiranya pertanyaan yang kerap terbesit di benak pemelajar pemula bahasa Arab.

Namun pada hakikatnya, belajar nahwu shorof bisa kita mulai dengan apa saja yang tidak menyulitkan juga tidak membuat rumit sesuai dengan kapabilitas yang dimiliki. Mungkin bagi si A harus memulainya dengan menghafal banyak mufrodat terlebih dahulu, namun belum tentu cocok bagi si B yang memilih untuk menguasai kaidah-kaidah sebelum menghafal mufrodah.

Harus kita sadari, bahwa keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalkan, dengan menghafal banyak mufrodat akan memperkaya perbendaharaan kosakata bahasa Arab kita, tetapi hanya dengan memperbanyak kosakata saja tentu akan menyulitkan kita dalam mengekspresikan maksud sesuatu kepada seseorang menggunakan bahasa Arab. Begitu juga sebaliknya, sehingga belajar nahwu dan sharaf juga sangat dibutuhkan untuk mampu menyusun sebuah kalimat dengan baik dan benar.

Sedangkan kalau kita hanya mempelajari kaidah nahwu saja tanpa dibarengi menghafal kosakata, mungkin kesulitan yang akan dihadapi adalah kurangnya kosakata untuk membantu kita dalam merangkai kalimat dan mengekspresikan maksud tujuan yang hendak diucapkan. Dengan begitu, hal terpenting yang seharusnya digaris bawahi mestinya bukan dari mana kita memulainya, tetapi sekuat dan sekonsisten apa kita mempunyai keinginan dan niat yang cukup untuk mempelajari bahasa Arab.

Akan tetapi, sebenarnya kita juga bisa mengkombinasikan keduanya. Mempelajari kaidah nahwu sharaf dan menghafal banyak mufrodat dalam satu waktu dan tempat. Toh sekarang ini juga banyak pesantren yang mulai menggunakan konsep pembelajaran dengan mengkombinasikan beberapa metode di dalamnya. Buku belajar bahasa Arab kini pun juga banyak disertai karikatur dan kosakata dasar sehingga semakin menarik siswa dan memudahkannya dalam proses belajar.

Salah satu buku pembelajaran nahwu dan sharaf yang cocok digunakan sebagai bahan ajar bagi pemula yaitu buku terbitan Al-Bidayah berjudul Tanya Jawab Nahwu & Sharaf karya Dr. H. Abdul Haris, M.Ag. Buku ini direkomendasikan karena di samping penulisannya didasarkan pada konsep-konsep yang terdapat di dalam kitab kaidah bahasa Arab, juga didasarkan pada pengalaman mengajar penulis sendiri.

Selain itu, buku "Tanya Jawab Nahwu & Sharaf" ini juga disertai banyak contoh, dan menampilkan skema pembahasan dari setiap materi di akhir pembahasannya yang menunjukkan alur berpikir yang sistematis untuk menguasai materi yang ada.

Dalam kata pengantarnya, penulis, Dr. H. Abdul Haris, M.Ag, menjelaskan bahwa ia telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbanyak contoh yang kemudian dianalisis secara aplikatif, dengan sebuah harapan para pembaca dan peserta didik mampu menangkap alur pikir secara rasional dan pada akhirnya memahami konsep-konsep yang sedang dijelaskan. Semoga jerih payah penulis ini dapat menjadi amal jariyah bagi penulis dan keluarganya. Amin.

Bagi kalian yang ingin lebih lanjut mengetahui isi buku "Tanya Jawab Nahwu & Sharaf" tersebut, silahkan ikuti tautan berikut ini:

Link: Tanya Jawab Nahwu & Sharaf PDF

Open donation: Kami membuka donasi bagi siapapun yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk pengembangan situs web ini melalui laman; support kami
Article Policy: Diperbolehkan mengambil sebagian artikel ini untuk tujuan pembelajaran dengan syarat menyertakan link sumber. Mohon koreksi jika ditemukan kesalahan dalam karya kami.
Tutup Komentar